im just ordinary girl. hanya gadis biasa yang gak tau apa kelebihannya. dan banyak kekurangan tentu saja
Rabu, 01 Januari 2014
aku (harusnya) sudah dewasa
tahun ini usiaku akan menginjak angka 20, secara umur tentu aku sudah cukup dewasa. dan harusnya memang aku sudah dewasa.... banyak sifatku yang ku rasa itu gak dewasa banget, aku yang selalu konsumtif, mau menang sendiri, sering galau untuk hal yang gak penting, sensitif, moody, kayak abg labil lah.. harusnya di usiaku ini aku sudah harus stabil, aku sudah menemukan jati diri ku, aku harus bisa produktif, dan yang terpenting aku bisa mengalahkan ego-ku sendiri. sampe sekarang aku merasa aku salah jurusan, entah memang begitu atau aku saja yang bermasalah. tapi aku juga tidak pernah tahu jika ditanya jurusan apa yang sebenarnya aku inginkan. lihatlah, passion hidupku pun aku tidak tahu. betapa belum dewasa-nya aku. definisi dewasa menurutku, ketika tahu mana yang baik dan yang buruk, mana yang boleh dijalani dan tidak, juga harus berani menanggung resiko dari segala perbuatannya. dan aku???? betapa sialnya aku, aku selalu berbuat kesalahan,aku menyadari kesalahan itu dan tetap aku lakukan, bahkan aku ulangi. betapa sialnya aku, aku selalu tak berani menghadapi semua hal yang harusnya aku hadapi. betapa sialnya aku, aku selalu kalah dengan egoku dengan rasa takutku rasa iri-ku rasa malasku. aku lelah menghadapi diriku sendiri, aku lelah menghadapi segala ego-ku, aku lelah mengutuk diriku sendiri. entah apa yang seharusnnya aku lakukan, entah aku bisa apa. aku (harusnya) sudah dewasa.
Rabu, 11 Desember 2013
so damn
saat ini aku sedang berada diantara setumpuk deadline deadline laporan yang sebenarnya harus dikerjakan harus diselesaikan. tapi kalo males mau diapain juga tetep maleeesss
aku gak nyangka banget,, kuliah jurusan peternakan sekejam ini, sekeras ini.
memang jurusanku tak se WOW jurusan lain, selalu dipandang sebelah mata, selalu diremehkan, dan selalu diianggap gak banget lahh....
"lho mill, kok bisa masuk peternakan?". dan dulu pertanyaan seperti itu sering ku jawab dengan malu "hehe...iya tersesat". yaaaa aku memang tersesat, dan aku yakin banyak temanku yang juga tersesat masuk peternakan. peternakan jadi pilihan kedua, ke tiga, bahkan peternakan hanya dipilih dengan tujuan semata-mata hanya agar mereka diterima.
beda dengan anak hukum, anak ekonomi yang modis yang kece dandanannya... kami anak peternakan selalu apa adanya kami rela pake wearpack pake boot masuk kandang kontak langsung dengan binatang...
mata kuliah dipeternakan juga lebih bermacam-macam, kami belajar biokimia dari jurusan kimia, kami juga belajar tentang nutrisi dari jurusan ilmu gizi, kami mempelajari anatomi dan fisiologi dari kedokteran, ekonomi perusahaan dari jurusan ekonomi, dan banyak lagi tentunya..
dan sekarang,saat aku ditanya dengan pertanyaan yang sama. jawabanku sedikit berubah. "iya,aku tersesat tapi tersesat dijalan yang benar". tentu tak ada yang salah dengan jurusanku, haruslah aku berbangga hati masuk peternakan.
peternakan dengan segala tugas dan laporannya...segala asistensi dan praktikumnya...
laporan dikerjakan dikumpulkan dan di kembalikan lagi tanpa ada habisnya..
jurnal ilmiah, buku buku perpus menjadi makanan favorit kami...
kami lebih banyak apel kekos asisten dapi pada kekos pacar #buatyangpunya #bukanjomblo
kami lebih akrab dengan laptop dari pada teman kos, semuanya dilakukan hanya untuk mendapat gelar sarjana peternakan, karena kami bangga...
hahahaha.... gak tau aku posting apa
gak jelas banget ya??? emang!!!
ini efek laporan,,,dan kalo terjadi apa apa denganku
salahkan saja para asisten....
laporanku bayaaaaaakkkk
tapii aku letiiiiihhh
capekk
aku akan tidur sekarang dan berharap ada semacam peri-peri yang akan mengerjakan laporanku
aku gak nyangka banget,, kuliah jurusan peternakan sekejam ini, sekeras ini.
memang jurusanku tak se WOW jurusan lain, selalu dipandang sebelah mata, selalu diremehkan, dan selalu diianggap gak banget lahh....
"lho mill, kok bisa masuk peternakan?". dan dulu pertanyaan seperti itu sering ku jawab dengan malu "hehe...iya tersesat". yaaaa aku memang tersesat, dan aku yakin banyak temanku yang juga tersesat masuk peternakan. peternakan jadi pilihan kedua, ke tiga, bahkan peternakan hanya dipilih dengan tujuan semata-mata hanya agar mereka diterima.
beda dengan anak hukum, anak ekonomi yang modis yang kece dandanannya... kami anak peternakan selalu apa adanya kami rela pake wearpack pake boot masuk kandang kontak langsung dengan binatang...
mata kuliah dipeternakan juga lebih bermacam-macam, kami belajar biokimia dari jurusan kimia, kami juga belajar tentang nutrisi dari jurusan ilmu gizi, kami mempelajari anatomi dan fisiologi dari kedokteran, ekonomi perusahaan dari jurusan ekonomi, dan banyak lagi tentunya..
dan sekarang,saat aku ditanya dengan pertanyaan yang sama. jawabanku sedikit berubah. "iya,aku tersesat tapi tersesat dijalan yang benar". tentu tak ada yang salah dengan jurusanku, haruslah aku berbangga hati masuk peternakan.
peternakan dengan segala tugas dan laporannya...segala asistensi dan praktikumnya...
laporan dikerjakan dikumpulkan dan di kembalikan lagi tanpa ada habisnya..
jurnal ilmiah, buku buku perpus menjadi makanan favorit kami...
kami lebih banyak apel kekos asisten dapi pada kekos pacar #buatyangpunya #bukanjomblo
kami lebih akrab dengan laptop dari pada teman kos, semuanya dilakukan hanya untuk mendapat gelar sarjana peternakan, karena kami bangga...
hahahaha.... gak tau aku posting apa
gak jelas banget ya??? emang!!!
ini efek laporan,,,dan kalo terjadi apa apa denganku
salahkan saja para asisten....
laporanku bayaaaaaakkkk
tapii aku letiiiiihhh
capekk
aku akan tidur sekarang dan berharap ada semacam peri-peri yang akan mengerjakan laporanku
Rabu, 04 Desember 2013
dan harusnya dimengerti
dulu....
aku selalu punya keinginan agar cepat lulus sekolah, cepat kuliah, cepat keluar dari rumah, cepat hidup sendiri.
dulu....
ku pikir itu hal yang menyenangkan, bebas main tanpa dibatasi jam, bebas makan apa saja, bebas mau melakukan apapun.
dulu....
aku mengira bahwa dunia luar lebih indah dari rumahku, dunia luar lebih menyenangkan dari kamarku, dan orang-orang diluar juga bisa membuatku bahagia.
dulu....
ku pikir bapakku tak sayang padaku, ibuku tak peduli padaku, adikku tak menyenangkan.
dulu....
menurutku apa bedanya tinggal jauh dari keluarga, dunia luar lebih menyenangkan, lebih menjanjikan kebahagiaan.
dan kini....
aku ingin selalu cepat pulang, aku ingin kembali kerumahku, bersama keluargaku.
dan kini....
aku mengerti bahwa kebebasan tak selalu menyenangkan, tak ada yang mengkhawatirkanku saat aku tak pulang.
dan kini....
aku mengerti dunia luar tak selamanya menyenangkan, terkadang dunia luar kejam dan melukaiku.
dan kini....
aku mengerti bapak terlalu sayang padaku dia hanya tak ingin terjadi hal buruk padaku, ibuku yang memelukku yang memarahiku saat aku salah yang menelponku ketika aku tak cepat pulang ibuku yang selalu mengingatkanku agar tak lupa makan yang menyiapkan air panas ketika aku kehujanan, adikku yang selalu menemaniku yang rela mendengarkan omelanku yang tak pernah membenciku walopun kadang aku membenci mereka.
dan kini....
aku merindukan suara bapak yang marah saat aku pulang telat, suara ibu yang menenagkan, suara adiku..............
aku selalu punya keinginan agar cepat lulus sekolah, cepat kuliah, cepat keluar dari rumah, cepat hidup sendiri.
dulu....
ku pikir itu hal yang menyenangkan, bebas main tanpa dibatasi jam, bebas makan apa saja, bebas mau melakukan apapun.
dulu....
aku mengira bahwa dunia luar lebih indah dari rumahku, dunia luar lebih menyenangkan dari kamarku, dan orang-orang diluar juga bisa membuatku bahagia.
dulu....
ku pikir bapakku tak sayang padaku, ibuku tak peduli padaku, adikku tak menyenangkan.
dulu....
menurutku apa bedanya tinggal jauh dari keluarga, dunia luar lebih menyenangkan, lebih menjanjikan kebahagiaan.
dan kini....
aku ingin selalu cepat pulang, aku ingin kembali kerumahku, bersama keluargaku.
dan kini....
aku mengerti bahwa kebebasan tak selalu menyenangkan, tak ada yang mengkhawatirkanku saat aku tak pulang.
dan kini....
aku mengerti dunia luar tak selamanya menyenangkan, terkadang dunia luar kejam dan melukaiku.
dan kini....
aku mengerti bapak terlalu sayang padaku dia hanya tak ingin terjadi hal buruk padaku, ibuku yang memelukku yang memarahiku saat aku salah yang menelponku ketika aku tak cepat pulang ibuku yang selalu mengingatkanku agar tak lupa makan yang menyiapkan air panas ketika aku kehujanan, adikku yang selalu menemaniku yang rela mendengarkan omelanku yang tak pernah membenciku walopun kadang aku membenci mereka.
dan kini....
aku merindukan suara bapak yang marah saat aku pulang telat, suara ibu yang menenagkan, suara adiku..............
Rabu, 23 Oktober 2013
hmmmmmm
aku sering tertipu dan terlena dengan kalimat teman itu selalu ada, sahabat sejati itu selamanya. padahal dikenyataan jarang yang seperti itu..
teman itu tergantung kepentingan, yap kita punya teman itu saat kita punya kepentingan yang sama jika kepentingan sudah tak sama lagi...yasuuudaaah
sahabat juga akan tetap menjadi sahabat yang baik sebelum ada sahabat lain baginya.
kadang sedih sih harus merasa kesepian di tengah keramaian, mungkin aku yang bermasalah.. mungkin juga keadaan yang tak pernah berpihak padaku...
teman itu tergantung kepentingan, yap kita punya teman itu saat kita punya kepentingan yang sama jika kepentingan sudah tak sama lagi...yasuuudaaah
sahabat juga akan tetap menjadi sahabat yang baik sebelum ada sahabat lain baginya.
kadang sedih sih harus merasa kesepian di tengah keramaian, mungkin aku yang bermasalah.. mungkin juga keadaan yang tak pernah berpihak padaku...
Senin, 21 Oktober 2013
perjumpaan = perpisahan
dulu aku berpikir, mengapa setiap perjumpaan selalu ada perpisahan. mengapa setiap kebersamaan diakhiri dengan perpisahan. apa salahnya terus bersama, apa salahnya??
seiring waktu berjalan akhirnya aku tau, hal ini terjadi karena Tuhan ingin mendewasakanku. dia hanya ingin aku bertemu orang yang salah sebelum aku bertemu dengan orang yang benar.
tapi mengapa perpisahan kadang terasa menyakitkan buatku, dunia terasa tak adil saat aku harus berpisah dengan orang yang ku sayang. rasa sakit yang mendewasakanku rasa sakit yang menguatkanku.. rasa sakit yang membuatku mengerti bahwa kita harus menjaga seseorang yang kita sayang................
Langganan:
Komentar (Atom)