Rabu, 30 September 2015

expectation VS reality

memang hidup selalu penuh dengan misteri, kadang semua hal yang kita inginkan yang kita harapkan tak selalu akan menjadi kenyataan. seringkali hal-hal yang tak kita sukai tak kita harapkan tak kita inginkan bahkan tak pernah kita bayangkan sama sekali malah menimpa diri kita.
jika memang itu telah terjadi, apa yang dapat kita lakukan??
apa yang dapat kita perbuat??
yang dapat kita lakukan hanya bersabar dan bersyukur.
bersabar agar kita lebih kuat
bersyukur agar semua terasa lebih nikmat
kita selalu berharap yang terbaik yang termudah untuk diri kita, untuk mereka yang disayang dan untuk semua hal yang dirasa pantas mendapatkan kebaikan.
tetapi apakah Tuhan akan semudah itu memberikan yang terbaik untuk kita sedangkan kita belum cukup pantas untuk mendapatkannya??

tidak munafik,
aku juga selalu mengharapkan hal baik hal yang paling baik dan yang terbaik untuk diriku
aku yang selalu mempunyai banyak sekali keinginan dan berharap keinginanku dapat terpenuhi dengan sebaik-baiknya.
aku berharap dapat dengan mudah menggapai cita-cita, berharap mudah mengerjakan segala tugas dan berharap dapat menggapai semuanya dengan cepat.
tapi dikenyataannya..........
tak semua hal yang terjadi pada diriku adalah yang ku anggap baik ku anggap menyenangkan dan ku anggap membahagiakan untuk aku.
tak semua yang aku inginkan berjalan sesuai kehendakku.

tapi harusnya aku menyadari
bahwa kebaikan tidak akan nampak jika dilihat dari satu sisi.
kita dapat melihat kebaikan dari kebaikan itu sendiri dari sisi lainnya
aku mungkin membenci Tuhan jika Dia memberikan hal buruk atau tak sesuai keinginan ku
tapi kini aku menyadari bahwa dibalik hal yanng ku anggap "buruk" selalu tersimpan hikmah didalamnya yang membuatku lebih kuat, lebih bersyukur dan lebih percaya pada-Nya

Jumat, 10 Januari 2014

selalu aku

aku gagal lagi
entah aku harus menangis atau menertawai diriku sendiri
yang jelas aku gagal lagi........

Rabu, 01 Januari 2014

aku (harusnya) sudah dewasa

tahun ini usiaku akan menginjak angka 20, secara umur tentu aku sudah cukup dewasa. dan harusnya memang aku sudah dewasa.... banyak sifatku yang ku rasa itu gak dewasa banget, aku yang selalu konsumtif, mau menang sendiri, sering galau untuk hal yang gak penting, sensitif, moody, kayak abg labil lah.. harusnya di usiaku ini aku sudah harus stabil, aku sudah menemukan jati diri ku, aku harus bisa produktif, dan yang terpenting aku bisa mengalahkan ego-ku sendiri. sampe sekarang aku merasa aku salah jurusan, entah memang begitu atau aku saja yang bermasalah. tapi aku juga tidak pernah tahu jika ditanya jurusan apa yang sebenarnya aku inginkan. lihatlah, passion hidupku pun aku tidak tahu. betapa belum dewasa-nya aku. definisi dewasa menurutku, ketika tahu mana yang baik dan yang buruk, mana yang boleh dijalani dan tidak, juga harus berani menanggung resiko dari segala perbuatannya. dan aku???? betapa sialnya aku, aku selalu berbuat kesalahan,aku menyadari kesalahan itu dan tetap aku lakukan, bahkan aku ulangi. betapa sialnya aku, aku selalu tak berani menghadapi semua hal yang harusnya aku hadapi. betapa sialnya aku, aku selalu kalah dengan egoku dengan rasa takutku rasa iri-ku rasa malasku. aku lelah menghadapi diriku sendiri, aku lelah menghadapi segala ego-ku, aku lelah mengutuk diriku sendiri. entah apa yang seharusnnya aku lakukan, entah aku bisa apa. aku (harusnya) sudah dewasa.

Rabu, 11 Desember 2013

so damn

saat ini aku sedang berada diantara setumpuk deadline deadline laporan yang sebenarnya harus dikerjakan harus diselesaikan. tapi kalo males mau diapain juga tetep maleeesss
aku gak nyangka banget,, kuliah jurusan peternakan sekejam ini, sekeras ini.
memang jurusanku tak se WOW jurusan lain, selalu dipandang sebelah mata, selalu diremehkan, dan selalu diianggap gak banget lahh....
"lho mill, kok bisa masuk peternakan?". dan dulu pertanyaan seperti itu sering ku jawab dengan malu "hehe...iya tersesat". yaaaa aku memang tersesat, dan aku yakin banyak temanku yang juga tersesat masuk peternakan. peternakan jadi pilihan kedua, ke tiga, bahkan peternakan hanya dipilih dengan tujuan semata-mata hanya agar mereka diterima.
beda dengan anak hukum, anak ekonomi yang modis yang kece dandanannya... kami anak peternakan selalu apa  adanya kami rela pake wearpack pake boot masuk kandang kontak langsung dengan binatang...
mata kuliah dipeternakan juga lebih bermacam-macam, kami belajar biokimia dari jurusan kimia, kami juga belajar tentang nutrisi dari jurusan ilmu gizi, kami mempelajari anatomi dan fisiologi dari kedokteran, ekonomi perusahaan dari jurusan ekonomi, dan banyak lagi tentunya..
dan sekarang,saat aku ditanya dengan pertanyaan yang sama. jawabanku sedikit berubah. "iya,aku tersesat tapi tersesat dijalan yang benar". tentu tak ada yang salah dengan jurusanku, haruslah aku berbangga hati masuk peternakan.
 peternakan dengan segala tugas dan laporannya...segala asistensi dan praktikumnya...
laporan dikerjakan dikumpulkan dan di kembalikan lagi tanpa ada habisnya..
jurnal ilmiah, buku buku perpus menjadi makanan favorit kami...
kami lebih banyak apel kekos asisten dapi pada kekos pacar #buatyangpunya #bukanjomblo
kami lebih akrab dengan laptop dari pada teman kos, semuanya dilakukan hanya untuk mendapat gelar sarjana peternakan, karena kami bangga...
hahahaha.... gak tau aku posting apa
gak jelas banget ya??? emang!!!
ini efek laporan,,,dan kalo terjadi apa apa denganku
salahkan saja para asisten....
laporanku bayaaaaaakkkk
tapii aku letiiiiihhh
capekk
aku akan tidur sekarang dan berharap ada semacam peri-peri yang akan mengerjakan laporanku

Rabu, 04 Desember 2013

dan harusnya dimengerti

dulu....
aku selalu punya keinginan agar cepat lulus sekolah, cepat kuliah, cepat keluar dari rumah, cepat hidup sendiri.
dulu....
ku pikir itu hal yang menyenangkan, bebas main tanpa dibatasi jam, bebas makan apa saja, bebas mau melakukan apapun.
dulu....
aku mengira bahwa dunia luar lebih indah dari rumahku, dunia luar lebih menyenangkan dari kamarku, dan orang-orang diluar juga bisa membuatku bahagia.
dulu....
ku pikir bapakku tak sayang padaku, ibuku tak peduli padaku,  adikku tak menyenangkan.
dulu....
menurutku apa bedanya tinggal jauh dari keluarga, dunia luar lebih menyenangkan, lebih menjanjikan kebahagiaan.
dan kini....
aku ingin selalu cepat pulang, aku ingin kembali kerumahku, bersama keluargaku.
dan kini....
aku mengerti bahwa kebebasan tak selalu menyenangkan, tak ada yang mengkhawatirkanku saat aku tak pulang.
dan kini....
aku mengerti dunia luar tak selamanya menyenangkan, terkadang dunia luar kejam dan melukaiku.
dan kini....
aku mengerti bapak terlalu sayang padaku dia hanya tak ingin terjadi hal buruk padaku, ibuku yang memelukku yang memarahiku saat aku salah yang menelponku ketika aku tak cepat pulang ibuku yang selalu mengingatkanku agar tak lupa makan yang menyiapkan air panas ketika aku kehujanan, adikku yang selalu menemaniku yang rela mendengarkan omelanku yang tak pernah membenciku walopun kadang aku membenci mereka.
dan kini....
aku merindukan suara bapak yang marah saat aku pulang telat, suara ibu yang menenagkan, suara adiku..............